Upaya Pengentasan Kemiskinan Petani Gurem Studi Kasus pada Penangkaran Benih Jagung Hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri Solok

Authors

  • Amalia Safira Puteri Setiawan Universitas Terbuka Banten

DOI:

https://doi.org/10.25077/jagur.8.2.1-10.2026

Keywords:

agriculture, commodity, income, partnership, production

Abstract

In the first semester of 2025, approximately 23,854,916 Indonesians (8.6% of the population) lived below the poverty line with rural poverty (11.0%) exceeding urban poverty (6.7%). The agricultural sector contributed 47.9% to national poverty, largely due to the dominance of smallholder farmers. Around 72.2% of farmers are smallholders, and 61.0% are subsistence farmers with land ownership of less than 0.5 hectares per household, resulting in an average annual income of only IDR 5.23 million. Based on these criteria, 653 households situated across 24 villages or sub-districts were obtained as subsistence farmers. Total population of farmers were 714 households. This study examines the advantages and profit elevation as hybrid maize seed production partnership between PT Citra Nusantara Mandiri Solok and seed growers in West Sumatra on fiscal year 2025.  The partnership system involves the company as the nucleus and the seed growers as the plasma. Data analysis commenced with the calculation of net income and the evaluation of economic viability utilizing the revenue-cost (R/C) ratio method. Consequent to an R/C ratio > 1.3, the data were subjected to an Analysis of Variance (ANOVA). Upon detecting significant variance, a post-hoc Least Significant Difference (LSD) test was performed at a 95% confidence level (α = 0.05). The farmers' net income was subsequently compared against the poverty line standards established by the Indonesian Central Bureau of Statistics (BPS, 2025) and the World Bank (2025). By cultivating higher-value commodities supported by appropriate agrotechnology, farmers are able to increase land productivity and income without expanding land area. The program has remained sustainable due to farmers’ satisfaction with its benefits and profitability. Results show that farmers’ income increased by up to 69.7% compared to commercial hybrid maize cultivation The revenue-cost (R/C) ratio ranged from 3.6 to 8.7, with a mean of 5.6. This significantly exceeds the benchmark R/C ratio, indicating that the partnership is economically feasible. With a mean net income ranging between IDR 7,760,043 and IDR 19,250,266, none of the locations are on par with developed countries. Compared to middle-income countries, 20.8% of the locations perform significantly better, while 45.8% are empirically equivalent. The study also indicates that 14 villages (77.8%) sit at or above the rural poverty threshold, whereas all urban locations (100.0%) are at or above the urban poverty threshold.The findings indicate that hybrid maize seed production partnerships can effectively reduce poverty among subsistence farmers, particularly in rural areas, and have a strong potential as a strategy for rural poverty alleviation or at least to elevate farmers’ income.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustian A, S. Hartoyo, Kuntjoro, MO. Adnyana. 2012. Kebijakan Harga Output dan Input Untuk Meningkatkan Produksi Jagung. Analisis Kebijakan Pertanian. 10(1):57-74.

Andrias AA, Y. Darusman, M. Ramdan. 2017. Pengaruh Luas Lahan Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah (Suatu kasus di Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis). Agroinfo Galuh 4(1):521-529.

Asnawi R. 2014. Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Petani Melalui Penerapan Model Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 4(1):44-52.

Badan Pangan Nasional. 2025. Harga Pembelian Pemerintah Komoditas Jagung di Tingkat Petani. Keputusan No.18 Tahun 2025.

Badan Pusat Statistik. 2013. Hasil Sensus Pertanian 2013 Angka Tetap. Berita Resmi Statistik No. 90/12/Th. XVI.

Badan Pusat Statistik. 2023. Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Badan Pusat Statistik. 2025. Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2025. Berita Resmi Statistik No. 63/07/Th.XXVIII.

Bank Dunia. 2025. Memperbarui Garis Kemiskinan Global: Indonesia. https://www.worldbank.org/in/news/factsheet/ 2025/06/13/ updated-global-poverty-lines-indonesia[13 Juni 2025].

Bupati Solok. 2023. Peraturan Bupati Solok Nomor 7 Tahun 2023 : Analisis Standar Belanja dan Harga Satuan Pokok Kegiatan. Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Arosuka.

Dahring AT, A. Amrullah, NM. Viantika. 2025. Determinan Produktivitas Usahatani Jagung (Zea mays. L). JSEP 21(1):19-32.

Dermawansa, T. Buana, M. Zani. 2017. Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah dan Sayuran di Desa Dawi Dawi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe. Jurnal Ilmiah Agribisnis 2(1):13-18.

Fadil M, W. Fitriana, R. Khairati. 2025. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Jagung Hibrida. Mimbar Agribisnis. 11(1): 444-452.

Fitri A, R. Rahim, Nurhayati, A. Pagiling, I. Natsir, A. Munfarikhatin, D. Simanjuntak, K. Hutagaol, N. Anugrah. 2023. Dasar-dasar Statistika untuk Penelitian. Yayasan Kita Menulis, Medan.

Fitri MA, R. Afrizal, Yuliandri. 2018. Analisis Sistem Kemitraan Petani Penangkar dan PT Pertanai dengan PT Citra Nusantara Mandiri. Journal of Agribusiness and Community Empowerment 1(1): 28-37.

Hafid A, Y. Nangameka. 2019. Analisis Pola Kemitraan Pembenihan Jagung PT Bisi International Tbk Dengan Petani Terhadap Pendapatan Usahatani Jagung di Kabupaten Situbondo. Agribios 17(1):42-50.

Irnawati. 2021. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Tani Jagung di Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa tengah Tahun 2021. https://repository.pertanian.go.id/items/42825bbd-4fe3-4c63-baae-81e335650206[6 Maret 2026].

Jayaputra, Nurrachman, BB. Santoso. Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Diversifikasi Dan Intensifikasi Tanaman Hortikultura Di Lahan Kering Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Gema Ngabdi. 3(1):29-39.

Khaafidh M, D. Poerwono. 2013. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Tenaga Kerja Untuk Berkerja Di Kegiatan Pertanian (StudiKasus : Kabupaten Rembang). JournalOf Economics 2(2):1–13.

Malika UE, JC Adiwijaya.2018. Potensi Agribisnis Sapi Perah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jurnal Agribisnis 19(2):2503-4375.

Nurwahidah S, DH Darwanto, Masyhuri, LR. Waluyati. 2015. Analisis Kelayakan Usaha Tani dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Jagung Pada Lahan Kering Di Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian 22(2):118-127.

Pardi, SR Busaeri, R. Rasyid. 2021. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jagung di Desa Salajangki, Kabupaten Gowa. Jurnal Ilmiah Agribisnis 4(2):116-125.

Pradnyawati IGAB, W. Cipta. 2021. Pengaruh Luas Lahan, Modal dan Jumlah Produksi Terhadap Pendapatan Petani Sayur Di Kecamatan Baturiti. Ekuitas 9(1):93-100.

Pratama P. 2014. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah di Desa Sidondo Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Agrotekbis 2(1):107-113.

Rauf F, S. Imran, R. Indriani. 2021. Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Padengo Kecamatan Dengilo Kabupaten Pohuwato. Agrinesia 6(1):33-39.

Sahara D, E. Kurniyati, R. Oelviani, S. Jauhari. 2020. Kajian Kelayakan Teknologi Usahatani Jagung di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Pangan. 29(2):105-116.

Sari FP, Munajat. 2019. Analisis Luas Lahan Minimum untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Petani Padi Sawah di Kecamatan Jayapura Kabupaten OKU Timur. Rekayasa. 12(2):157-162.

Sartika SH, Mashud, M. Hasan, A. Syam, E. Susilowati, B. Purba, Arfandi, M. Jufri, AI Faried, RE. Rosihana, Raditya, Amruddin. 2022. Ekonomi Kreatif. Yayasan Kita Menulis, Medan.

Sischa Febriani Yamesa Away SFY, Darnetti, R. Afrizal. 2022. Penanganan Pascapanen Benih Jagung Hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri Kota Solok Provinsi Sumatera Barat. Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE).5(2):96-107.

Songo W, M. Islan, FD. Amran Songo. 2021. Analisis Sosial Ekonomi Petani Jagung Dengan Sistim Tanam Jajar Legowo Dan Non Jajar Legowo (Studi Kasus di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar). Wiratani. 4(2):106-115.

Suratman YYA. 2022. Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Rawa Sains 10(2):87-94.

Susilowati HS, M. Maulana. 2012. Luas Lahan Usahatani dan Kesejahteraan Petani : Eksistensi Petani Gurem dan Urgensi Kebijakan Reforma Agraria. Analisis Kebijakan Pertanian. 10(1):17-30.

Sutoro. 2015. Determinan Agronomis Produktivitas Jagung. Iptek Tanaman Pangan 10(1):38-46.

Ubaidillah ZY, D. Hartatie, I. Harlianingtyas. 2021. Hubungan Luas Lahan dengan Produksi Tanaman Tebu (Saccharumofficinarum L.) di Kabupaten Jember. Prosiding Peningkatan Produktivitas Pertanian Era Society 5.0 Pasca Pandemi. Politeknik Negeri Jember, 22 Juli 2021. [Indonesia].

Published

2026-10-31

How to Cite

Amalia Safira Puteri Setiawan. (2026). Upaya Pengentasan Kemiskinan Petani Gurem Studi Kasus pada Penangkaran Benih Jagung Hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri Solok. Jagur Jurnal Agroteknologi, 8(2), 1–10. https://doi.org/10.25077/jagur.8.2.1-10.2026

Issue

Section

Artikel