Respon Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Terhadap Sistem Tanam Legowo
Program Studi Agroteknologi Fakuktas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jagur.6.2.58-62.2024Keywords:
line 11-1, line 76-1, planting distanceAbstract
This experiment aims to determine two sorghum lines that provide the best growth and yield with the legowo spacing system treatment. This experiment was conducted in Kalumbuk Village, Kuranji District, Padang City, West Sumatra from March 2022 - June 2022. The experiment used a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatment combinations and 4 replications, so that 24 experimental units were obtained. The treatment combinations used consisted of control spacing with line 11-1, control spacing with line 76-1, legowo spacing 2:1 with line 11-1, legowo spacing 2:1 with line 76-1, legowo spacing 3:1 with line 11-1, and legowo spacing 3:1 with line 76-1. Based on the experiment, it can be concluded that the combination of the 2:1 jajar legowo planting distance system and the 76-1 line had a significant effect on the observation parameters of plant height, namely 177.9 cm, wet panicle weight, namely 128.33 g, dry panicle weight, namely 82.73 g, and production per hectare, namely 9.49 tons.
Downloads
References
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. 2019. Pasca Panen dan Pengolahan Nira Sorgum Menjadi Gula
Cair.https://bali.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/965-pasca-panen-dan pengolahan-nira-sorgum-menjadi-gula-cair [diakses 23 November 2021].
Fitriansyah, R. 2016. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor) Memalui Penggunaan Sistem Tanam Jajar Legowo Serta Pemberian Pupuk Organik Cair Moralis. Fakultas Pertanian. Universitas Gorontalo.
Ikhwani, G., G. R. Pratiwi, E. Paturrohman, dan A.K. Makarim. 2013. Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Penerapan Jarak Tanam Jajar Legowo. Iptek Tanaman Pangan Vol 8 No.2. Hal : 72-79.
Kamil, J. 1996. Teknologi Benih. Angkasa Raya. Padang.
Khasanah, M., A. Rasyad, dan E. Zuhry. 2016. Daya Hasil Beberapa Kultivar Sorgum (Sorghum bicolor L.) pada Jarak Tanam yang Berbeda. JOM faperta vol 3 no. 2. Universitas Riau.
Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT. Raja Grafindo. Jakarta.
Misran. 2014. Studi Sistem Tanam Jajar Legowo terhadap Peningkatan Produktivitas Padi Sawah. Sukarami. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 14 (2). hal : 109.
Novri, M. Kamal, Sunyoto dan K. F. Hidayat. 2015. Respons Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Ratoon I Terhadap Aplikasi Bahan Organik Tanaman Sorgum Pertama. J. Agrotek Tropika. ISSN 2337-4993 Vol. 3, No. 1: 49-55.
Octavia, T. 2019. Keanekaragaman fungi mikoriza arbuskula (FMA) pada rizosfer tanaman lada di lahan pasca tambang timah. Universitas Bangka Belitung.
Pramanda, R. P., K. F. Hidayat, Sunyoto, dan M. Kamal. 2015. Pengaruh Aplikasi Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor [L.] Moench). Jurnal Agrotek Tropika 3(1) : 85-91.
Sirappa, MP, ED. Wass. 2009. Kajian varietas dan pemupukan terhadap peningkatan padi sawah di dataran Pasahari. Maluku Tengah. Jurnal Pengkajian Teknologi Pertanian. Vol : 12 (1).79-90.
Slameto. 2022. Daya Hasil Sorgum Dengan Sistem Tanam Zigzag Pada Lahan Kering Masam Di Wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Bandar Lampung.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Mahmud Abdullah Abdullah, Yopa Dwi Mutia, Zahanis Zahanis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









